Batik Semarang 16 didirikan 25 Januari 2005 di Jl Bukit Seroja I/E-190, Semarang. Angka 16 merupakan inspirasi dari surat ke-16 AL Qur’an, yaitu surat An-Nahl. Artinya Lebah Madu. Lilin dari lebah ini yang dipilih menjadi salah satu bahan utama proses membatik. Lilin madu lebih lembut dan lebih fleksibel.

Setelah dua tahun, sanggar Batik Semarang 16 pindah ke Perumahan Bukit Kencana Jaya, dan kini sudah menempati area baru yang lebih luas, di kampung Kontrak desa Sumberejo Kelurahan Meteseh, Tembalang, Semarang. Area lebih luas ini dimanfaatkan untuk mem fasilitasi sanggar sebagai titik one stop visit dalam

Tanggung jawab sosial sanggar Batik Semarang 16 dilakukan dengan cara menggelar workshop. Pelatihan dan pembelajaran membatik ini dilakukan sejak awal berdiri, mulai dari anak sekolah hingga calon-calon pengrajin. Hingga kini pelatihan itu terus dilakukan, bukan saja kepada masyarakat sekitar atau masyarakat Semarang, namun juga dengan siapapun yang berminat belajar dan melatih diri dalam dunia batik.